hati sang pendusta

Dan dia mencoba memejamkan mata seakan tak pernah tau apa yg akan terjadi nanti. Harapan dia begitu tipis dan rapuh untuk melihat hari esok

Dia yg tertatih dan terbaring di hamparan kenistaan. Dengan sisa waktu yg menggerogoti setiap nafasnya dan keindahan yg mulai memudar.

Hanya byangan yg prnah dilihatnya. Bahkan sngguh dia tdk prnah mersakan manisnya madu. Lidahnya tlah mati rasa untk mengiyakan peradilan itu

Tanpa sedikitpun cahaya seakan dia melihat bintang dan menggenggamnya dengan erat. Mengambilnya dan memasukan ke dalam kantong baju lusuhnya

Seakan dia percaya, dia bisa melewati hari ini dan menaruh bintang kembali menerangi Jalannya kepadaMu. Jalan yg tdk pernah ada untuknya.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.