puisi cahaya bulan

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa
Pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu?
Memintaku minum susu dan tidur yg lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di lembah kasih
Lembah mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan hutan yg menjadi suram
Meresapi belaian angin yg menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
Ketika ku dekap kau dekaplah lebih mesra… Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Ku dengar degap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.